Selasa, 18 Juni 2019

MATA KULIAH JURNALISTIK JADI PELUANG UNTUK POTENSI MENULIS BERITA DAN INFORMASI DALAM DUNIA OLAHRAGA


MATA KULIAH  JURNALISTIK JADI PELUANG UNTUK POTENSI MENULIS BERITA DAN INFORMASI DALAM DUNIA OLAHRAGA

Bisakah mahasiswa mata kuliah jurnalistik memanfaatkan peluang untuk mengembangkan dan melatin kemampuan serta potensi menulis ,menyampaikan , menginformasikan berita dalam dunia olahraga.
Sebuah tantangan sekaligus motivasi dalam perkuliahan jurnalistik padamata kuliah jurnalistik. Untuk itu di perkuliahan usaha yang kuat agar dalam mewujudkan peluang mengembangkan potensi dan sebagai peluang pekerjaan/sampingan dalam mendukung kemajuan olahraga di tanah air. Semakin banyaknya informasi dan berita olahrga sangat mendukung perkembangan olhraga tersebut karena akansemakin banyak di kenal dan sosialisai ke masyarakat akan semakin merata.
Upaya untuk memanfaatkan peluang iniperlu di dukung dengan berbagai usaha dan perjuangan yang hebat, serta  sering membaca, mendengar dan mempraktekan dalam menulis berita. Dalam keterbtasan tatap muka dalam perkuliahan tersebut seorang dosen memberikantugas mandiri yang di targetkan agar mahasiswa mampu menguasai ilmu yang disampaikan dan untuk mengetahui seberapa paham mahasiswa terhadap materi yang di ajarkan dalam perkuliahan jurnalistik.
Dalam perkuliahan materi yang disampaiakan yaitu terdiri dari dasar dasar jurnalis, bahasa jurnalis, etika, jenis jenis jurnalis, menulis berita, eportase dan feature, tata cara dan teknik wawancara, pengertian tulisan berupa opini, tajuk, artikel dan surat pembaca yang ditulis didalam koran, majalah, pers dan pemberitaan
Buat yang Materi yang dismapiakan di harapkan mahasiswa dapat mencapai pada terget yang sudah di buat yaitu Menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan, dan kewirausahaan (Sikap) Memahami potensi, karakteristik dan pengembangan karir peserta didik (Pengetahuan).
Model pembelajaran merupakan satu komponene yang cukupberpengaruh dalam kegitan pembelajaran yaitu model pembelajaran mempengaruhi kepemahaman mahasiswa sering kali bergantung pada metode pembelajaran.dalam mata kuliah ini menggunakan metode Tanya jawab, ceramah dan diskusi. Dengan metodetersebut mahasiswa menjadikan mahasiswa sebagai objek dan subjekpembelajaran sehingga mahasiswa memiliki penguasaan materi yang biak,dan kesempatan mencoba langsung ,karna pengalaman adalah guru terbaik.
Dalam satu semester ada 16 pertemuan namuan hal  itu hanya sebagai berada disistem saja dan kenyataannya kurang dari 16 kali pertemuan, hal ini di sebabkan berbagai hal. Namun dari pihak dosen dan mahasiswa tidak ada niatan untuk mengganti pertemuan.sehingga dosen sering ngebut dalam menyampaikan materi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar