MATA
KULIAH JURNALISTIK JADI PELUANG UNTUK
POTENSI MENULIS BERITA DAN INFORMASI DALAM DUNIA OLAHRAGA
Bisakah
mahasiswa mata kuliah jurnalistik memanfaatkan peluang untuk mengembangkan dan
melatin kemampuan serta potensi menulis ,menyampaikan , menginformasikan berita
dalam dunia olahraga.
Sebuah
tantangan sekaligus motivasi dalam perkuliahan jurnalistik padamata kuliah
jurnalistik. Untuk itu di perkuliahan usaha yang kuat agar dalam mewujudkan
peluang mengembangkan potensi dan sebagai peluang pekerjaan/sampingan dalam
mendukung kemajuan olahraga di tanah air. Semakin banyaknya informasi dan
berita olahrga sangat mendukung perkembangan olhraga tersebut karena
akansemakin banyak di kenal dan sosialisai ke masyarakat akan semakin merata.
Upaya
untuk memanfaatkan peluang iniperlu di dukung dengan berbagai usaha dan
perjuangan yang hebat, serta sering
membaca, mendengar dan mempraktekan dalam menulis berita. Dalam keterbtasan
tatap muka dalam perkuliahan tersebut seorang dosen memberikantugas mandiri
yang di targetkan agar mahasiswa mampu menguasai ilmu yang disampaikan dan
untuk mengetahui seberapa paham mahasiswa terhadap materi yang di ajarkan dalam
perkuliahan jurnalistik.
Dalam
perkuliahan materi yang disampaiakan yaitu terdiri dari dasar dasar jurnalis,
bahasa jurnalis, etika, jenis jenis jurnalis, menulis berita, eportase dan
feature, tata cara dan teknik wawancara, pengertian tulisan berupa opini,
tajuk, artikel dan surat pembaca yang ditulis didalam koran, majalah, pers dan
pemberitaan
Buat
yang Materi yang dismapiakan di harapkan mahasiswa dapat mencapai pada terget
yang sudah di buat yaitu Menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan, dan
kewirausahaan (Sikap) Memahami potensi, karakteristik dan pengembangan karir
peserta didik (Pengetahuan).
Model
pembelajaran merupakan satu komponene yang cukupberpengaruh dalam kegitan
pembelajaran yaitu model pembelajaran mempengaruhi kepemahaman mahasiswa sering
kali bergantung pada metode pembelajaran.dalam mata kuliah ini menggunakan
metode Tanya jawab, ceramah dan diskusi. Dengan metodetersebut mahasiswa
menjadikan mahasiswa sebagai objek dan subjekpembelajaran sehingga mahasiswa
memiliki penguasaan materi yang biak,dan kesempatan mencoba langsung ,karna
pengalaman adalah guru terbaik.
Dalam satu semester ada
16 pertemuan namuan hal itu hanya
sebagai berada disistem saja dan kenyataannya kurang dari 16 kali pertemuan,
hal ini di sebabkan berbagai hal. Namun dari pihak dosen dan mahasiswa tidak
ada niatan untuk mengganti pertemuan.sehingga dosen sering ngebut dalam
menyampaikan materi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar