SURAT CINTA UNTUK PAHLAWANKU
Enam belas tahun saya bersama orang
tua. Sejak lahir sampai diusia 16 tahun saya tidak pernah berpisah jauh atau
meninggalkan orang tua hingga lebih dari 1 minggu.
Waktu
ke waktu, hari ke hari, dan tahun ke tahun,berlalu begitu cepat, bahkan waktu
16 tahuan itu sangat singkat
.setiaphari orang tua saya melakukan rutinitas bekerja sebagai petanidisawah,
bercocok tanam, menanam palawija. Hal ini tidakdilakukan oleh rang tua saya
saja hampir sebagian besarpendudukdesa mata pencahariannya sebagai petani.
Berangkat
pagi pulang siang bahkan sore hari itu sudah menjadi hal biasa yang sering di
lakukan semata mata untuk mencari nafkah dan menyambung hidup setiap harinya. Kebiasaan
itu di lakukan berulang ulang karna itu sudah menjadi kebutuha. Untuk malam
harinya ayahdan ibu sering berkumpul istirahat dari lelahnya aktifitas siang
hari, di sela sela istirahat sambil ngobrol dan diskusi kecil biasadi lakukan.
Di
bulan juli itu saya sudah pengumuman ke lulusan dari smpkemudian saya di tanya
bapak
“
mau ngelanjutin sekolah lagi nak ?”, saya menjawab “ nggih pak “,bapak pun
memberi pesan kepada saya untuk sekolah yang bener.
Kata singkat yang penung makna itu menjadi carger semangat menjadi
motiveasi ketika sedang lemah dalam menjalani kehidupanyang penuh dengan
masalah dan tantangan. Alhamdulillah perjalanan dalam menempuh sekolah menengah
atas berjalan lancar dan beberapa prestasi non akademik yang bisa saya capai,
mulai ikut lomba kesenian barongan pun
saya ikuti sebagai bentuk rasa peduli melestarikan budaya bangsadan lomba
yanglainnya. Berangkat dari keberanian dan kegigihan untuk berprestasi sya
mempunyai banyak pengalaman yang didapatkan, dan semua yang di lakukan merupakan
berkat dari doa orang tua dan dukungan orang tua. Banyak waktu yang saya
habiskan di sekolah untuk kegiatan sehingga waktu di rumah hanya singkat sore
malam dan pagi. Waktu untuk membatu orang tua semakin singkat dan saya berfikir
bahwa harus ada cara lain untuk membalas jasa dan budi pekerti orang tua yaitu
melalui semangat belajar dan prestasi.
Semua
prestasi itu menjadi sebagian kecil bukti cinta saya sama orang tua jika di
bandingkan dengan jasa orang tua.jika di bayangkan / di perumpamakan jasanya
tidak terhitung.
Alhamdulihah
waktu tiga tahun sya bisa menelesaikan
sekolah menengah atasdengan tepat waktu dan banyak pengalaman ilmu baru
yang dapat sayab dapatkan. Apa yang sudah saya capai itu merupakan semangat
belajar serta doa, dukungan dari orang tua.
Kebiasan
yang menjadi rutinitas sampai sekarang yang saya lakukan untukmengabdidengan
orang tua dan membalas jasa budi pekerti orang tua adalah mencium tangan ketika
pulang dan berpergian, doa dipenghujung solat dan ketika rindu dengan orang tua
hanya doa kepada ALLAH SWT agar orang tuasaya di hindarkan dari siksa dunia dan
siksa kubur, siksa akirat.
Ada
tiga pesan yang di sampaiakan kepadasaya yang pertama jadi lah anak yang soleh,
cari lah ilmu ynag berman faatdan beramalah jariah karna itu yang akan
menyelamatakan bapakdan ibuk ketikakelak sudah di panggil sama allah swt. Saya
rasa belum ada halbesar yang bisa membalas dari jasa orag tuadan apa yang
menjadi ucapan orang tua menjadi doa kepada ALLAH SWT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar