Selasa, 18 Juni 2019

SURAT CINTA UNTUK PAHLAWANKU


SURAT CINTA UNTUK PAHLAWANKU

            Enam belas tahun saya bersama orang tua. Sejak lahir sampai diusia 16 tahun saya tidak pernah berpisah jauh atau meninggalkan orang tua hingga lebih dari 1 minggu.
Waktu ke waktu, hari ke hari, dan tahun ke tahun,berlalu begitu cepat, bahkan waktu 16 tahuan    itu sangat singkat .setiaphari orang tua saya melakukan rutinitas bekerja sebagai petanidisawah, bercocok tanam, menanam palawija. Hal ini tidakdilakukan oleh rang tua saya saja hampir sebagian besarpendudukdesa mata pencahariannya sebagai petani.
Berangkat pagi pulang siang bahkan sore hari itu sudah menjadi hal biasa yang sering di lakukan semata mata untuk mencari nafkah dan menyambung hidup setiap harinya. Kebiasaan itu di lakukan berulang ulang karna itu sudah menjadi kebutuha. Untuk malam harinya ayahdan ibu sering berkumpul istirahat dari lelahnya aktifitas siang hari, di sela sela istirahat sambil ngobrol dan diskusi kecil biasadi lakukan.
Di bulan juli itu saya sudah pengumuman ke lulusan dari smpkemudian saya di tanya bapak 
“ mau ngelanjutin sekolah lagi nak ?”, saya menjawab “ nggih pak “,bapak pun memberi pesan kepada saya untuk sekolah yang bener.
             Kata singkat yang penung  makna itu menjadi carger semangat menjadi motiveasi ketika sedang lemah dalam menjalani kehidupanyang penuh dengan masalah dan tantangan. Alhamdulillah perjalanan dalam menempuh sekolah menengah atas berjalan lancar dan beberapa prestasi non akademik yang bisa saya capai, mulai ikut lomba kesenian barongan  pun saya ikuti sebagai bentuk rasa peduli melestarikan budaya bangsadan lomba yanglainnya. Berangkat dari keberanian dan kegigihan untuk berprestasi sya mempunyai banyak pengalaman yang didapatkan, dan semua yang di lakukan merupakan berkat dari doa orang tua dan dukungan orang tua. Banyak waktu yang saya habiskan di sekolah untuk kegiatan sehingga waktu di rumah hanya singkat sore malam dan pagi. Waktu untuk membatu orang tua semakin singkat dan saya berfikir bahwa harus ada cara lain untuk membalas jasa dan budi pekerti orang tua yaitu melalui semangat belajar  dan prestasi.
Semua prestasi itu menjadi sebagian kecil bukti cinta saya sama orang tua jika di bandingkan dengan jasa orang tua.jika di bayangkan / di perumpamakan jasanya tidak terhitung.
Alhamdulihah waktu tiga tahun sya bisa menelesaikan  sekolah menengah atasdengan tepat waktu dan banyak pengalaman ilmu baru yang dapat sayab dapatkan. Apa yang sudah saya capai itu merupakan semangat belajar serta doa, dukungan dari orang tua.
Kebiasan yang menjadi rutinitas sampai sekarang yang saya lakukan untukmengabdidengan orang tua dan membalas jasa budi pekerti orang tua adalah mencium tangan ketika pulang dan berpergian, doa dipenghujung solat dan ketika rindu dengan orang tua hanya doa kepada ALLAH SWT agar orang tuasaya di hindarkan dari siksa dunia dan siksa kubur, siksa akirat.
Ada tiga pesan yang di sampaiakan kepadasaya yang pertama jadi lah anak yang soleh, cari lah ilmu ynag berman faatdan beramalah jariah karna itu yang akan menyelamatakan bapakdan ibuk ketikakelak sudah di panggil sama allah swt. Saya rasa belum ada halbesar yang bisa membalas dari jasa orag tuadan apa yang menjadi ucapan orang tua menjadi doa kepada ALLAH SWT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar