Selasa, 18 Juni 2019

Perjalanan Purbalingga Semarang Penuh Cobaan

Perjalanan Purbalingga Semarang Penuh Cobaan


Dalam perjalanan balik menuju ke Semarang, Setelah pulang ke kampung halaman di Desa Cipawon Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga untuk melepas rindu bersama keluarga serta untuk melakukan penelitian guna tugas penelitian dengan dosen dan skripsi serta mengambil bumbu tepung untuk usaha di Unnes. Hampir setiap minggu dalam bulan ini saya bolak balik semarang – purbalingga untuk pengambilan data penelitian yang lumayan menguras dompet untuk biaya bolak balik dan lainnya serta tenaga yang di kuras seperti habis jogging 50km sungguh melelahkan.dan juga membuat motor saya harus turun mesin yang membuat saya harus mengeluarkan uang cukup banyak untuk perbaikan motor saya dan itu sangat menguras dompet saya.  

Dalam setiap perjalanan saya naik motor untuk transportasi pulang dan balik ke Semarang pada saat balik ke semarang pun saya membawa bahan tepung untuk usaha saya di unnes yang beratnya 50kg dan itu cukup berat dan motor saya harus kuat, saat perjalanan balik ke semarang saat itu saya berangkat pagi dari purbalingga dengan harapan siang sudah sampe di semarang karena jam 1 siang ada kuliah yang harus saya ikuti. Perjalanan cukup lancar setelah saya masuk ke jalur terobosan di jalur boja kendal untuk sampai ke unnes yaitu melewati gunung yang naik turun serta melewati perkebunan karet yang sepi dan jalan yang bergelombang dengan membawa tepung yang beratnya 50kg itu serta keburu waktu yang harus tepat waktu untuk sampai di semarang membuat saya harus berjuang ektra keras  untuk bisa cepat sampai di Unnes.
Tetapi saat perjalanan sungguh cobaan yang saya dapatkan di tengah hutan dan jalan yang bergelombang ban motor saya bocor dan itu sungguh mengesalkan dan menyedihkan dan membutuhkan perjuangan extra keras untuk menuntun motor untuk mencari tempat tambal ban terdekat, setelah berjalan menuntun motor melewati tanjakan turunan yang serasa melawati lembah dan pegunungan akhirnya saya menemukan bengkel tambal ban dan naasnya ternyata bannya sudah sangat halus dan harus di ganti sungguh luar biasa cobaan saat itu akhirnya uang saku yang seharusnya untuk keperluan makan dan lain lain pun raib untuk mengganti ban motor yang sudah halus itu dan gatau mau makan apa untuk kedepannya dan saya juga harus cepat untuk bisa sampai di semarang untuk mengikuti perkuliahan.dan setelah motor saya jadi saya langsung melanjutkan perjalan ke unnes.
Dan Alhamdulillah saya bisa sampai unnes tepat waktu walaupun banyak cobaan yang harus saya lewati dan saya bisa mengikuti perkuliahan.
  


By Fadil Fadluloh


Tidak ada komentar:

Posting Komentar