Perjalanan Purbalingga Semarang Penuh Cobaan
Dalam perjalanan balik menuju ke Semarang, Setelah pulang ke kampung
halaman di Desa Cipawon Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga untuk melepas
rindu bersama keluarga serta untuk melakukan penelitian guna tugas penelitian
dengan dosen dan skripsi serta mengambil bumbu tepung untuk usaha di Unnes.
Hampir setiap minggu dalam bulan ini saya bolak balik semarang – purbalingga
untuk pengambilan data penelitian yang lumayan menguras dompet untuk biaya
bolak balik dan lainnya serta tenaga yang di kuras seperti habis jogging 50km
sungguh melelahkan.dan juga membuat motor saya harus turun mesin yang membuat
saya harus mengeluarkan uang cukup banyak untuk perbaikan motor saya dan itu
sangat menguras dompet saya.
Dalam setiap perjalanan saya naik motor untuk transportasi pulang dan
balik ke Semarang pada saat balik ke semarang pun saya membawa bahan tepung
untuk usaha saya di unnes yang beratnya 50kg dan itu cukup berat dan motor saya
harus kuat, saat perjalanan balik ke semarang saat itu saya berangkat pagi dari
purbalingga dengan harapan siang sudah sampe di semarang karena jam 1 siang ada
kuliah yang harus saya ikuti. Perjalanan cukup lancar setelah saya masuk ke
jalur terobosan di jalur boja kendal untuk sampai ke unnes yaitu melewati
gunung yang naik turun serta melewati perkebunan karet yang sepi dan jalan yang
bergelombang dengan membawa tepung yang beratnya 50kg itu serta keburu waktu
yang harus tepat waktu untuk sampai di semarang membuat saya harus berjuang ektra
keras untuk bisa cepat sampai di Unnes.
Tetapi saat perjalanan sungguh cobaan yang saya dapatkan di tengah hutan
dan jalan yang bergelombang ban motor saya bocor dan itu sungguh mengesalkan
dan menyedihkan dan membutuhkan perjuangan extra keras untuk menuntun motor
untuk mencari tempat tambal ban terdekat, setelah berjalan menuntun motor
melewati tanjakan turunan yang serasa melawati lembah dan pegunungan akhirnya
saya menemukan bengkel tambal ban dan naasnya ternyata bannya sudah sangat
halus dan harus di ganti sungguh luar biasa cobaan saat itu akhirnya uang saku
yang seharusnya untuk keperluan makan dan lain lain pun raib untuk mengganti
ban motor yang sudah halus itu dan gatau mau makan apa untuk kedepannya dan
saya juga harus cepat untuk bisa sampai di semarang untuk mengikuti
perkuliahan.dan setelah motor saya jadi saya langsung melanjutkan perjalan ke
unnes.
Dan Alhamdulillah saya bisa sampai unnes tepat waktu walaupun banyak
cobaan yang harus saya lewati dan saya bisa mengikuti perkuliahan.
By Fadil Fadluloh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar