Rabu, 29 Mei 2019

Persiapan Atlas Futsal Championship


PERSAINGAN SANGAT KETAT PADA SELEKSI TIM PRA PON PETANQUE JATENG 2019





Semarang – Seleksi tim pra pon Jateng yang dilaksanakan oleh pengprov FOPI (Federasi Olahraga Petanque Indonesia) Jateng untuk membentuk tim Jawa Tengah menghadapi pra pon pada bulan agustus mendatang. Seleksi ini diadakan selama 3 hari mulai tanggal 3-5 Mei 2019 bertempat dilapangan depan Laboratorium Soegijono UNNES.
Seleksi ini diikuti oleh 58 peserta dari berbagai macam daerah masing-masing di Jawa Tengah, terdiri dari 26 atlet putri dan 32 atlet putra. Pelaksanaan seleksi ini dilaksanakan selama 3 hari dan system penilaiannya menggunakan poin yang di peroleh dari setiap atlet.
Pada hari pertama system penilaiannya mengumpulkan poin dengan menggunakan teknik pointing dan shoting, jika pointing ada tanda kotak dan setiap kotak berisi nilai setiap atlet yang bisa melempar bosi dan berhenti didalam kotak akan mendapat nilai masing-masing.
Begitu juga dengan penilaian shoting, tetapi jika shoting ada bosi yang ditaruh didalam lingkaran yang dijadikan sasaran. Setiap atlet yang bisa mengenakan/shoting bosi sasaran akan mendapatkan poin.
Dihari kedua dan ketiga system penilaiannya setiap atlet berhadapan dengan semua peserta yang ikut, agar setiap atlet merasakan bertanding dengan atlet yang satu dan yang lainnya.
Setiap atlet yang bisa memenangkan 1 game berhak mendapatkan 1 poin, jika ada 23 game jika atlet tersebut bisa memenangkat 23 pertandingan maka atlet tersebut berhak mendapatkan 23 poin.
“kita akan mengambil hanya 10 atlet putra dan atlet putri untuk menjadi tim bayangan menuju pra pon 2019 nanti”, ujar pak Rivan.
Selama 3 hari berlangsungnya seleksi pra pon Jateng para atlet selain merasakan panasnya terik matahari, juga merasakan hujan yang mengguyur lapangan petanque didepan Laboratorium Soegijono UNNES setiap sorenya tetapi melunturkan semangat para atlet Jawa Tengah yang sedang berjuang agar masuk dalam tim petanque Jawa Tengah.
Pada hari ketiga atau hari terakhir berlangsungnya seleksi ini, hari terakhir ini juga adalah penentuan siapa saja yang akan masuk dan bergabung dengan tim petanque Jawa Tengah,serta para panitia juga sudah meranking atlet dari urutan pertama hingga terkahir.
Inilah deretan peringkat atlet putra dari ranking pertama sampai ranking kesepuluh Feiv 415 poin, Abriano 246 poin, Okta 172,5 poin, Taufik 160,8 poin, Rahardian  159 poin, Ibnu M 148 poin, Sekti 140 poin, Yudha 136 poin, Akhsanul 136 poin, Adhiatma 135 poin.
Inilah deretan peringkat atlet putri mulai dari ranking pertama sampai ranking kesepuluh Soimah 471,3 poin, Osita 303,3 poin, Fitria  200,3 poin, Novita W 131,5 poin, Fadhzilatul 127 poin, Icha 108,5 poin, Tisa Fitri 104 poin, Tabitha 85 poin, Dias Ayu Asmarani SN 84 poin, Arum Sari 81 poin.


PEROLEHAN SUARA CAPRES DAN CAWAPRES NOMOR URUT 01&02 IMBANG





Brebes (17/4) Perolehan suara pada pemilihan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 & 02 ditps 21 kelurahan gandasuli imbang.
Warga desa gandasuli Kabupaten Brebes mulai memadati tps 21 sejak pukul 08.00 WIB. TPS 21 semakin ramai dikunjungi oleh warga yang akan melihat dan memantau proses perhitungan suara yang ditulis oleh panitia.
“ perolehan suara yang sah antara capres nomor urut 1 109 suara dan nomor urut 02 109, serta surat suara yang tidak sah berjumlah 2 surat suara.” Ujar Ketua KPPS.
Setelah warga memberikan hak suaranya pukul 13.00 panitia KPPS mulai merekapitulasi suara yang telah diberikan oleh warga. Antusias warga semakin tinggi, karena warga gandasuli semakin ramai memadati TPS 21 karena saat perhitungan suara terdengar melalui sound system.


KONDISI KOLAM RENANG UNNES DILUAR “EKSPETASI” MAHASISWA





Semarang – Universitas Negeri Semarang terkenal dengan kampus konservasi dan sudah terkenal mutu dan kualitasnya diIndonesia. Kampus ini juga sudah terakreditasi A karena kinerja para dosen dan pegawai yang sangat baik.
Selain kualitas dari dosen yang baik juga seharusnya sarana dan prasarana yang disediakan atau yang ada dilingkungan kampus pun juga memadai dan berkualitas baik. Mahasiswa dan mahasiswi UNNES pun beranggapan bahwa baik peralatan, lapangan, kolam renang yang disediakan oleh kampus juga layak digunakan oleh mahasiswa dan mahasiswi UNNES.
Ketika akan diadakannya penilaian mata kuliah renang ternyata kondisi kolam renang membuat kaget  mahasiswa.Mahasiswa tertegun saat melihat kondisi air yang ada dikolam renang, warnanya sangat hijau sangat  tidak layak digunakan untuk aktivitas kuliah renang. 
Selain air yang berwarna hijau, kolam renang tersebut mengeluarkan bau kaporit yang sangat menyengat serta rasa air kolam yang sangat tidak enak.
Walaupun kondisi kolam yang berwarna hiijau serta bau kaporit yang sangat menyengat tidak mengurungkan niat dosen dan mahasiwa untuk tetap melanjutkan perkuliahan renang serta dilaksanakannya penilaian.
Selain kondisi kolam renang yang tidak layak untuk digunakan, mahasiswa dipungut biaya untuk masuk kekolam renang selain dijadwal perkuliahan. Jika mahasiwa ingin melakukan latihan atau yang biasa dikenal dengan “latihan mandiri” harus membayar Rp 7.000 ditambah dengan uang parkir kendaraan.
Mahasiswa mengeluh dengan keadaa tersebut, dan harapannya pihak penjaga kolam renang lebih rajin lagi dalam membersihkan kolam dan mahasiswa yang akan  melakukan “latihan mandiri” tidak dipungut biaya karna juga mahasiswa sudah membayar UKT.