Semarang
– Universitas Negeri Semarang terkenal dengan kampus konservasi dan sudah
terkenal mutu dan kualitasnya diIndonesia. Kampus ini juga sudah terakreditasi
A karena kinerja para dosen dan pegawai yang sangat baik.
Selain
kualitas dari dosen yang baik juga seharusnya sarana dan prasarana yang
disediakan atau yang ada dilingkungan kampus pun juga memadai dan berkualitas
baik. Mahasiswa dan mahasiswi UNNES pun beranggapan bahwa baik peralatan,
lapangan, kolam renang yang disediakan oleh kampus juga layak digunakan oleh
mahasiswa dan mahasiswi UNNES.
Ketika
akan diadakannya penilaian mata kuliah renang ternyata kondisi kolam renang
membuat kaget mahasiswa.Mahasiswa
tertegun saat melihat kondisi air yang ada dikolam renang, warnanya sangat
hijau sangat tidak layak digunakan untuk
aktivitas kuliah renang.
Selain
air yang berwarna hijau, kolam renang tersebut mengeluarkan bau kaporit yang
sangat menyengat serta rasa air kolam yang sangat tidak enak.
Walaupun
kondisi kolam yang berwarna hiijau serta bau kaporit yang sangat menyengat
tidak mengurungkan niat dosen dan mahasiwa untuk tetap melanjutkan perkuliahan
renang serta dilaksanakannya penilaian.
Selain
kondisi kolam renang yang tidak layak untuk digunakan, mahasiswa dipungut biaya
untuk masuk kekolam renang selain dijadwal perkuliahan. Jika mahasiwa ingin
melakukan latihan atau yang biasa dikenal dengan “latihan mandiri” harus
membayar Rp 7.000 ditambah dengan uang parkir kendaraan.
Mahasiswa
mengeluh dengan keadaa tersebut, dan harapannya pihak penjaga kolam renang
lebih rajin lagi dalam membersihkan kolam dan mahasiswa yang akan melakukan “latihan mandiri” tidak
dipungut biaya karna juga mahasiswa sudah membayar UKT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar